Menjadi Langit
Aku tidak mengerti. Sekarang pukul dua puluh tiga lewat lima. Tak ada waktu yang benar-benar tepat. Kini, bisa kau bayangkan, aku sedang duduk dan memikirkanmu. Satu jam lalu, aku berpikir, kau duduk dan menunduk membaca pikiranmu sendiri. Seorang ibu mungkin saja kesal ketika anak balitanya suka menghibur diri dengan cara menguyah handpone miliknya. Aku sedang menghibur diriku sendiri untuk mengembalikkan kepercayaanku. Asal tuhan mau menjamin –keselamatan orang-orang yang kesepian— aku pun mau sekedar mengunyah sebatang handpone . Tapi kupikir tindakan itu terdengar seperti kambing kelaparan dan putus asa yang tak menemukan rumput. Orang-orang menghabiskan besar waktunya hanya untuk mendapati diri mereka berada di toilet, lampu merah, atau sekedar mengetik pesan yang tak pernah berani mereka kirim. Aku bisa saja orang yang paling kau benci. Tapi kau tak pernah mengatakannya. Kau adalah orang yang paling kucintai, tapi aku tak pernah sanggup mengataka...